NGAJI BERSAMA GURU DAN WALI MURID KBTK QUROTA A YUN, SDII LUQMAN AL HAKIM
Memupuk Keikhlasan Sejak Dini: Keseruan Ngaji Kitab Riyadhus Shalihin Bersama KB TKIT Qurrota a yun, dan SDII Luqman Al Hakim Hidayatullah Kendal
Aula sekolah pada Sabtu, 17 Oktober 2026, tampak dipenuhi dengan suasana hangat dan penuh kekhusyukan. Seluruh wali siswa dari jenjang KB, TK, hingga SD, bersama para guru, berkumpul bersama dalam kegiatan pengajian rutin. Pada kesempatan kali ini, kajian mengupas tuntas bab pertama dari kitab karya Imam An-Nawawi, yaitu Riyadhus Shalihin, yang bertemakan Nia. Pengajian ini dipimpin langsung oleh Ky. M. Zainuddin, S.Pd.I., Al Hafidz.
Sejak pagi hari, wali murid tampak antusias mendatangi aula. Kehadiran wali siswa ini menciptakan suasana kebersamaan yang erat antara KB-TK dan SD.
Menanamkan Pondasi Amal Lewat Niat dan Keikhlasan
Dalam ceramahnya, Ustadz Zainuddin, menyampaikan materi dengan pendekatan yang interaktif, ramah, dan mudah dipahami oleh wali murid. Beliau menjelaskan pentingnya menghadirkan niat yang tulus karena Allah SWT dalam setiap aktivitas harian.
β’ Niat Sebagai Penentu Nilai Ibadah: Ustadz Zhainudin mengutip hadits terkenal Innamal aβmalu bin niyyat (Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya). Beliau mengingatkan bahwa perbuatan sederhana seperti belajar, bermain, makan, hingga membantu orang tua dapat bernilai pahala jika didasari niat ibadah.
β’ Makna Ikhlas untuk orang tua: Mengajarkan ikhlas tentu membutuhkan bahasa yang sederhana. Ustadz Zhainudin mengibaratkan ikhlas seperti berbuat kebaikan tanpa mengharapkan pujian dari teman atau hadiah dari orang tua, melainkan semata-mata mencari ridha Allah SWT.
Antusiasme dan Harapan untuk Masa Depan
orang tua tampak menyimak dengan penuh perhatian saat Ustadz Zhainudin menyisipkan cerita-cerita teladan yang menggugah hati. Beberapa siswa SD juga mengikuti kegiatan di aula tersebut.
Melalui kegiatan pengajian Riyadhus Shalihin ini, diharapkan seluruh warga sekolah dan wali siswa dapat membiasakan diri meluruskan niat dalam setiap langkahnya. Pembentukan karakter berbasis keikhlasan sejak usia dini ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan tulus dalam beramal.